Barcelona memasuki musim 2026/2027 dengan satu persoalan yang cukup menarik di lini depan. Setelah Robert Lewandowski dan Ferran Torres meninggalkan klub, Blaugrana belum mempunyai penyerang tengah murni yang benar-benar bisa menjadi pilihan utama.

Situasi tersebut membuat Hansi Flick harus memutar otak. Barcelona memang masih mencari penyerang baru, tetapi jika transfer tersebut tidak terealisasi, Flick mempunyai beberapa opsi dari dalam skuad.

Salah satu nama yang secara terbuka menyatakan kesiapannya menjalankan peran tersebut adalah Fermín López.

Gelandang serang Barcelona itu mengaku bisa beradaptasi apabila dimainkan sebagai false nine. Menurutnya, posisi tersebut bukan sesuatu yang asing karena ia pernah menjalankannya ketika masih berada di tim junior Barcelona.

Fermín Siap Mengisi Posisi Penyerang

Dalam wawancara terbarunya, Fermín ditanya mengenai kondisi lini depan Barcelona setelah kepergian Lewandowski dan Ferran Torres.

Jawabannya cukup menarik.

Ia menyebut Barcelona masih memiliki sejumlah pemain yang bisa mencetak gol. Anthony Gordon, Dani Olmo, Raphinha, bahkan dirinya sendiri dapat digunakan untuk mengisi posisi yang lebih maju.

Fermín juga tidak menutup kemungkinan bermain sebagai false nine.

Ia merasa posisi tersebut cukup mirip dengan peran favoritnya sebagai gelandang serang.

Karakter ini membuatnya percaya diri apabila Flick memberikan tugas baru.

Apa Itu False Nine?

False nine merupakan peran penyerang yang tidak selalu berdiri di posisi nomor sembilan tradisional.

Alih-alih terus berada di antara dua bek tengah lawan, seorang false nine sering turun ke area tengah untuk menerima bola.

Pergerakan tersebut bisa menarik bek lawan keluar dari posisinya.

Ketika bek tengah mengikuti pergerakan sang penyerang, ruang di belakangnya dapat dimanfaatkan pemain lain.

Dalam sistem seperti Barcelona, peran ini sangat menarik karena memungkinkan pemain seperti Lamine Yamal, Raphinha, atau Gordon melakukan penetrasi dari sisi lapangan.

Fermín Punya Karakter yang Cocok

Fermín memang bukan striker murni.

Namun, justru karakter tersebut bisa menjadi kelebihan apabila ia dimainkan sebagai false nine.

Ia mempunyai kemampuan bergerak di antara lini.

Ia juga mampu memberikan tekanan kepada lawan dan mempunyai naluri mencetak gol.

Barcelona sendiri mencatat Fermín sebagai gelandang, dengan profil teknis yang menonjol dalam energi, pressing, kemampuan masuk ke kotak penalti, dan kontribusi gol. Pada musim 2025/2026, ia terlibat langsung dalam 30 gol Barcelona melalui 13 gol dan 17 assist.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa Fermín bukan sekadar gelandang pekerja keras.

Ia mempunyai kemampuan ofensif yang cukup besar.

Pengalaman sebagai False Nine

Salah satu alasan Fermín percaya diri menjalankan tugas tersebut adalah pengalaman masa lalu.

Ia mengaku pernah bermain sebagai false nine ketika masih berada di tim junior Barcelona.

Artinya, perubahan posisi tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru.

Ia sudah mengetahui bagaimana cara bergerak sebagai pemain depan yang lebih bebas.

Perbedaannya sekarang adalah tingkat pertandingan yang dihadapi jauh lebih tinggi.

Jika dimainkan di tim utama, ia harus berhadapan dengan bek-bek terbaik di Spanyol dan Eropa.

Barcelona Memang Sedang Kekurangan Nomor 9

Persoalan ini muncul setelah Barcelona kehilangan dua opsi penyerang.

Lewandowski merupakan penyerang tengah berpengalaman.

Sementara Ferran Torres juga bisa dimainkan sebagai nomor sembilan.

Kini keduanya tidak lagi menjadi bagian dari skuad.

Barcelona tentu harus mencari solusi.

Klub masih dikaitkan dengan sejumlah nama untuk mengisi posisi tersebut, tetapi situasinya tidak sederhana.

Karena itu, Flick perlu menyiapkan rencana alternatif.

Bukan Hanya Fermín

Menariknya, Fermín bukan satu-satunya pemain yang dapat menjalankan peran false nine.

Barcelona memiliki beberapa alternatif.

Dani Olmo adalah salah satu kandidat paling masuk akal.

Ia mempunyai pengalaman bermain lebih ke depan dan mampu turun ke lini tengah untuk membangun serangan.

Raphinha juga bisa digunakan dalam posisi tersebut.

Anthony Gordon, yang baru bergabung, juga mempunyai fleksibilitas untuk bergerak dari sayap menuju tengah. Bahkan laporan lain menyebut Flick sedang mempertimbangkan beberapa pemain untuk peran false nine jika Barcelona gagal mendapatkan striker murni.

Lamine Yamal Juga Bisa Menjadi Opsi

Nama Lamine Yamal bahkan ikut masuk dalam daftar alternatif.

Flick bisa saja menggunakan pemain muda tersebut sebagai false nine dalam situasi tertentu.

Konsepnya mirip dengan eksperimen yang pernah dilakukan Pep Guardiola ketika menggunakan Lionel Messi sebagai false nine.

Yamal mempunyai kemampuan membawa bola, menciptakan peluang, dan bergerak di ruang sempit.

Namun, memainkan Yamal di tengah juga berarti mengurangi salah satu ancaman terbesar Barcelona dari sisi kanan.

Karena itu, keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan matang.

Fermín Memberikan Fleksibilitas

Dari semua pilihan tersebut, Fermín mempunyai keuntungan tersendiri.

Ia tidak harus bermain sebagai striker sepanjang pertandingan.

Flick dapat mengubah posisinya sesuai kebutuhan.

Ketika Barcelona menguasai bola, Fermín bisa bergerak ke area tengah.

Ketika tim kehilangan bola, ia bisa turun membantu pressing.

Ketika ada ruang di kotak penalti, ia mampu melakukan penetrasi.

Fleksibilitas seperti ini sangat penting dalam sepak bola modern.

Peran Baru Bisa Membuka Potensi Fermín

Jika benar-benar digunakan sebagai false nine, Fermín bisa mendapatkan dimensi baru dalam permainannya.

Selama ini ia dikenal sebagai gelandang serang dengan kemampuan mencetak gol.

Sebagai false nine, ia akan lebih sering berada di area berbahaya.

Ia juga akan lebih dekat dengan gawang.

Dengan kualitas finishing yang dimilikinya, situasi tersebut berpotensi meningkatkan kontribusi gol.

Namun, tentu saja ada tuntutan berbeda.

Ia harus lebih mampu bermain membelakangi gawang.

Ia juga harus lebih sering berduel dengan bek tengah.

Barcelona Tidak Boleh Bergantung pada Satu Pemain

Meski Fermín siap menjalankan tugas tersebut, Barcelona tetap membutuhkan penyerang murni jika memungkinkan.

Musim akan berlangsung panjang.

Barcelona harus menghadapi La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, dan berbagai pertandingan lainnya.

Cedera atau akumulasi kartu dapat mengubah situasi dengan cepat.

Jika hanya mengandalkan false nine, Barcelona berisiko kehilangan solusi ketika membutuhkan striker yang benar-benar kuat di dalam kotak penalti.

Kedalaman Skuad Mulai Membaik

Di sisi lain, Fermín memberikan penilaian positif terhadap skuad Barcelona saat ini.

Menurutnya, perekrutan baru membuat kedalaman tim semakin baik.

Pada musim sebelumnya, Barcelona sempat mengalami masalah ketika sejumlah pemain penting cedera.

Kini, dengan lebih banyak pilihan, rotasi bisa dilakukan lebih sering.

Kondisi tersebut menjadi sangat penting jika Barcelona ingin bersaing di semua kompetisi.

Rodri Menambah Kekuatan Lini Tengah

Kedatangan Rodri juga mengubah komposisi Barcelona.

Gelandang asal Spanyol tersebut memberikan keseimbangan di lini tengah.

Dengan Rodri sebagai pengontrol permainan, pemain seperti Fermín bisa mendapatkan kebebasan lebih besar untuk bergerak ke depan.

Jika Fermín dimainkan sebagai false nine, dukungan dari lini tengah menjadi sangat penting.

Rodri dapat membantu menjaga penguasaan bola.

Pedri bisa memberikan kreativitas.

Sementara Fermín bergerak mencari ruang di depan.

Kombinasi yang Menarik

Bayangkan Barcelona bermain dengan Rodri, Pedri, dan Fermín.

Rodri berada lebih dalam.

Pedri mengatur permainan di area tengah.

Fermín bergerak lebih tinggi sebagai false nine.

Di sisi kanan terdapat Yamal.

Di sisi kiri bisa ditempati Raphinha atau Gordon.

Sistem seperti itu dapat membuat pertahanan lawan kesulitan menentukan pemain mana yang harus dijaga.

Jika bek tengah mengikuti Fermín, ruang terbuka untuk pemain sayap.

Jika bek tetap berada di posisinya, Fermín dapat menerima bola di antara lini.

Tantangan Terbesar Ada di Kotak Penalti

Namun, sistem false nine mempunyai satu kelemahan.

Barcelona bisa kehilangan kehadiran pemain yang secara konsisten berada di kotak penalti.

Striker murni biasanya menjadi target umpan silang dan bola terobosan.

False nine justru sering meninggalkan area tersebut.

Karena itu, pemain sayap dan gelandang harus rajin melakukan penetrasi.

Fermín harus mampu menarik perhatian bek lawan.

Sementara pemain lain harus memanfaatkan ruang yang ditinggalkan.

Fermín Bisa Menjadi Pemain Kejutan

Justru karena bukan striker murni, Fermín bisa menjadi pemain kejutan.

Bek lawan mungkin tidak terlalu mengantisipasi pergerakannya.

Ketika Fermín turun ke tengah, bek harus menentukan apakah akan mengikutinya.

Jika tidak, ia dapat menerima bola dengan bebas.

Jika diikuti, ruang di belakang bisa dimanfaatkan Yamal, Gordon, Raphinha, atau pemain lainnya.

Inilah konsep utama false nine.

Flick Mempunyai Banyak Pilihan

Situasi tersebut memberikan keuntungan bagi Hansi Flick.

Pelatih asal Jerman itu mempunyai beberapa alternatif.

Ia tidak harus menggunakan sistem yang sama setiap pertandingan.

Melawan tim yang bertahan sangat dalam, false nine bisa menjadi solusi.

Melawan tim yang mempunyai pertahanan fisik kuat, striker murni mungkin lebih dibutuhkan.

Melawan lawan yang bermain terbuka, kecepatan pemain sayap dapat dimaksimalkan.

Fleksibilitas taktik akan menjadi senjata Barcelona.

Fermín Tidak Takut dengan Tantangan

Pernyataan Fermín menunjukkan bahwa sang pemain tidak takut mendapatkan tugas baru.

Ia tidak meminta posisi tertentu.

Ia hanya menegaskan bahwa dirinya siap beradaptasi.

Sikap tersebut tentu sangat disukai pelatih.

Pemain yang bisa menjalankan berbagai peran akan memberikan banyak opsi ketika pertandingan berlangsung.

Terlebih lagi, Fermín masih muda dan mempunyai ruang besar untuk berkembang.

Perkembangan Fermín Semakin Menarik

Perjalanan Fermín di Barcelona juga cukup menarik.

Ia berkembang melalui akademi La Masia sebelum mendapatkan pengalaman bersama Linares Deportivo.

Ketika kembali ke Barcelona, ia mulai mendapatkan kesempatan di tim utama.

Sejak saat itu, kontribusinya terus meningkat.

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode terbaiknya karena ia mencatat 13 gol dan 17 assist.

Kini ia berpeluang mendapatkan peran baru.

Nomor Punggung Juga Berubah

Menariknya, Fermín juga mendapatkan nomor punggung baru.

Setelah Ferran Torres pergi, Fermín beralih dari nomor 16 ke nomor 7.

Nomor 16 kemudian diberikan kepada Rodri.

Perubahan tersebut menjadi simbol bahwa peran Fermín di Barcelona semakin besar.

Ia bukan lagi sekadar pemain pelapis.

Ia mulai dipandang sebagai salah satu bagian penting dari proyek tim.

Bukan Tidak Mungkin Menjadi Starter

Jika Flick menggunakan sistem tanpa striker murni, Fermín mempunyai peluang menjadi starter.

Namun, persaingan tetap sangat ketat.

Dani Olmo mempunyai karakter yang cocok.

Raphinha memiliki pengalaman.

Gordon juga bisa bermain di tengah.

Yamal merupakan pemain yang tidak tergantikan di sejumlah pertandingan.

Karena itu, Fermín harus terus menunjukkan kualitasnya.

Barcelona Masih Memburu Striker

Walaupun mempunyai banyak alternatif, Barcelona tampaknya masih membutuhkan nomor sembilan.

Julián Álvarez pernah menjadi target utama, tetapi transfer tersebut tidak mudah karena Atletico Madrid enggan melepas pemain Argentina tersebut. Barcelona kemudian mempertimbangkan beberapa alternatif lain.

Situasi tersebut membuat peran false nine semakin relevan.

Setidaknya sampai Barcelona menemukan solusi permanen.

Jika Striker Baru Datang

Apabila Barcelona akhirnya mendapatkan striker baru, bukan berarti peluang Fermín hilang.

Ia tetap bisa menjadi pemain rotasi.

Ia dapat dimainkan sebagai gelandang serang.

Ia juga bisa menjadi false nine ketika situasi pertandingan membutuhkan.

Kemampuan seperti itu justru bisa membuatnya mendapatkan lebih banyak menit bermain.

Jika Striker Baru Tidak Datang

Sebaliknya, jika Barcelona gagal mendapatkan penyerang tengah, tanggung jawab Fermín bisa meningkat.

Ia mungkin akan lebih sering bermain di lini depan.

Flick harus memastikan bahwa pemain lain juga memberikan kontribusi gol.

Yamal, Raphinha, Gordon, dan Dani Olmo harus lebih agresif.

Barcelona tidak bisa mengharapkan Fermín mencetak gol sendirian.

Ambisi Barcelona Tetap Tinggi

Barcelona baru saja memperkuat lini tengah dengan Rodri.

Mereka juga memiliki banyak pemain muda berbakat.

Target mereka tentu bukan sekadar memenangkan pertandingan.

Barcelona ingin mempertahankan dominasi domestik dan kembali mengejar kejayaan di Eropa.

Untuk itu, sistem permainan harus tetap produktif meskipun tidak mempunyai striker tradisional.

Kesimpulan

Fermín López membuka peluang besar bagi Hansi Flick untuk menggunakan solusi alternatif di lini depan Barcelona. Setelah Robert Lewandowski dan Ferran Torres meninggalkan klub, Blaugrana menghadapi masalah karena kehilangan dua pemain yang bisa mengisi posisi nomor sembilan.

Namun, Fermín siap membantu.

Ia mengaku bisa bermain sebagai false nine dan bahkan sudah pernah menjalankan peran tersebut ketika masih berada di tim junior Barcelona. Menurutnya, posisi itu cukup mirip dengan peran favoritnya sebagai gelandang serang.

Kemampuan tersebut membuat Fermín menjadi opsi menarik.

Ia mempunyai energi tinggi, kemampuan pressing, pergerakan tanpa bola, dan naluri mencetak gol. Musim 2025/2026 bahkan menjadi bukti produktivitasnya setelah ia terlibat langsung dalam 30 gol Barcelona melalui 13 gol dan 17 assist.

Namun, Barcelona tetap membutuhkan solusi jangka panjang di posisi penyerang tengah.

Flick masih mempunyai beberapa alternatif seperti Dani Olmo, Raphinha, Anthony Gordon, dan Lamine Yamal. Bahkan beberapa pemain tersebut sedang dipertimbangkan untuk peran false nine jika klub gagal mendatangkan striker murni.

Di tengah situasi tersebut, Fermín justru bisa menjadi salah satu senjata rahasia Barcelona.

Jika Hansi Flick berhasil memaksimalkan kemampuannya, Fermín López bukan hanya sekadar gelandang serang yang sesekali dimainkan lebih ke depan. Ia bisa berkembang menjadi false nine yang membuat lini depan Barcelona jauh lebih fleksibel dan sulit ditebak.